Hari ini tanggal 18 september 2014, pertemuan ketiga mata
kuliah filsafat hari ini membahas tentang epistemologi dan kebenaran. Mari saya
jabarkan.
EPISTEMOLOGI
Epistemologi, dari bahasa Yunani episteme
(pengetahuan) dan logos
(kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat
yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan.
Metode-metode untuk memperoleh
pengetahuan:
1. Empirisme, empirisme adalah suatu
cara/metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan
melalui pengalaman.
2. Rasionalisme, rasionalisme berpendirian bahwa
sumber pengetahuan terletak pada akal. Bukan karena rasionalisme mengingkari
nilai pengalaman, melainkan pengalaman paling-paling dipandang sebagai sejenis
perangsang bagi pikiran.
3. Fenomenalisme, fenomenalisme adalah barang sesuatu sebagaimana
terdapat dalam dirinya sendiri merangsang alat inderawi kita dan diterima oleh
akal kita dalam bentuk-bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan
jalan penalaran.
Sifat epistemologi:
1. Secara kritis: mempertanyakan/menguji cara
kerja,pendekatan, kesimpulan yg ditarik dlm kegiatan kognitif manusia
2. Secara normatif: menentukan tolok ukur/norma
penalaran tt kebenaran pengetahuan
3. Secara evaluatif: menilai apakah suatu
keyakinan,pendapat suatu teori pength dapat dipertanggungjawabkan dan dijamin
kebenarannya secara logis dan akurat.
-Teori kebenaran dlm ilmu pengetahuan
1. Teori kebenaran
korespondesi: Kebenaran akan
terjadi apabila subjek yakin bahwa objek
sesuai dengan kenyataannya.
2. Teori kebenaran
koherensi: Kebenaran akan
terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari beberapa subjek terhadap objek.
3. Teori kebenaran
pragmatik: Kebenaran akan
terjadi apabila sesuatu memiliki kegunaannya.
4. Teori kebenaran
konsensus: Kebenaran konsensus
akan terjadi apabila ada kesepakatan yang disertai alasan tertentu.
5. Teori kebenaran
semantik: Kebenaran semantik akan terjadi
apabila orang mengetahui dengan tepat tentang arti suatu kata.
KEBENARAN
Apakah kebenaran itu?
1. Untuk menilai sifat
atau kualitas dari suatu proposisi (pernyataan) atau makna/isi pernyataan
digunakan istilah benar – salah.
2. Pengetahuan bisa
dinilai benar atau salah, karena pengetahuan pada dasarnya merupakan gabungan
dan perpaduan dari sistim pernyataan.
3. Konsep tidak dapat
dinilai benar atau salah, betul atau keliru. Konsep hanya bisa dinilai jelas dan terpilah atau kabur,
memadai atau tidak memadai.
4. Persepsi tidak dapat
disebut benar atau salah. Yang bisa disebut benar atau salah adalah isi
pernyataan tentang apa yang dipersepsikannya. Yang bisa benar atau salah adalah
orang yang mepersepsikannya.
Pengertian Kebenaran: Kebenaran sebagai sifat
pengetahuan disebut kebenaran epistemologis. Secara umum kebenaran biasanya
dimengerti sebagai kesesuaian antara apa yang dipirkan dan atau dinyatakan
dengan kenyataan yang sesungguhnya.
Menurut kaum Positivisme Logis bahwa kebenaran
dibedakan menjadi dua, yaitu kebenaran faktual dan kebenaran nalar.
Kebenaran faktual adalah kebenaran
tentang ada tidaknya secara faktual di dunia nyata sebagaimana dialami manusia
(yang biasanya diukur dengan dapat atau tidaknya secara inderawi). Misalnya, bumi bulat sebagai pernyataan
yang memiliki kebenaran faktual atau tidak, pada prinsipnya harus bisa diuji
kebenarannya berdasarkan pengamatan inderawi.
Kebenaran nalar adalah kebenaran yang
bersifat tautologis (pengulangan gagasan) dan tidak menambah pengetahuan baru
mengenai dunia, tetapi dapat menjadi sarana yang berdaya guna untuk memperoleh
pengatahuan yang benar tentang dunia ini. Kebenaran nalar dapat membantu
untuk memperoleh kebenaran faktual. Kebenaran nalar sebagai kebenaran yang terdapat
dalam logika dan matematika. Kebenarannya di dasarkan pada penyimpulan deduktif. Kebenaran nalar
berbeda dengan kebenaran faktual yang bersifat nisbi (hanya terlihat ketika
dibandingkan dengan yang lain, tidak mutlak dan relatif) dan mentak (mungkin,
belum pasti), sedangkan kebenaran nalar bersifat mutlak dan tidak
niscaya (tentu, pasti).
Selain kedua jenis kebenaran yang diungkapkan oleh
kaum Positivis Logis, mengikuti Thomas Aquinas, maka kebenaran dibedakan
menjadi dua, yaitu kebenaran Ontologis (Veritas Ontologica) dan kebenaran
Logis (Veritas Logica).
Kebenaran ontologis merupakan kebenaran
yang terdapat dalam kenyataan, entah spritual atau material, yang meskipun ada
kemungkinan untuk diketahui.
Kebenaran logis sebagai kebenaran
yang terdapat dalam akal budi manusia si penahu, dalam bentuk adanya kesesuaian
antara akal budi dengan kenyataan.
Kesahihan dan
Kekeliruan
Kekeliruan perlu
dibedakan dengan kesahihan. Pada umunya kekeliruan berati menerima sebagai benar apa yang dinyatakan
salah atau menyangkal apa yang senyatanya benar. Kekeliruan adalah segala sesuatu
yang menyangkut tindakan kognitif subyek penahu, sedangkan kesalahan adalah
hasil dari tindakan tersebut.
Yaaa, akhirnya selesai materi untuk hari ini. Semoga bermanfaat.
Sumber blog diambil dari: power point materi
epistimologi dan kebenaran kelas filsafat, Psikologi Universitas Tarumanagara
angkatan 2014.
Wah materi baru nih, berisi bgt materinya. Keep going. 90
ReplyDeleteWah gua juga bljr ttg ini nih, tapi gak dipost. Bagus-bagus, lanjutkan berbagi ilmunya. Berhubung gua syg bgt sm lo, 100 boleh?
ReplyDeleteWah sis keren nih lengkap juga 90 yah
ReplyDeleteTerimakasih telah berbagi ilmu. Blognya SEPEDA bgt. SiEngkat PadaEt DjelAs.
ReplyDelete