Wednesday, September 24, 2014

EPISTEMOLOGI DAN KEBENARAN



Hari ini tanggal 18 september 2014, pertemuan ketiga mata kuliah filsafat hari ini membahas tentang epistemologi dan kebenaran. Mari saya jabarkan.


EPISTEMOLOGI

Epistemologi, dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan.


Metode-metode untuk memperoleh pengetahuan:

1.  Empirisme, empirisme adalah suatu cara/metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman.

2.  Rasionalisme, rasionalisme berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. Bukan karena rasionalisme mengingkari nilai pengalaman, melainkan pengalaman paling-paling dipandang sebagai sejenis perangsang bagi pikiran.

3. Fenomenalisme, fenomenalisme adalah barang sesuatu sebagaimana terdapat dalam dirinya sendiri merangsang alat inderawi kita dan diterima oleh akal kita dalam bentuk-bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan jalan penalaran.


Sifat epistemologi:

1.   Secara kritis: mempertanyakan/menguji cara kerja,pendekatan, kesimpulan yg ditarik dlm kegiatan kognitif manusia 

2.   Secara normatif: menentukan tolok ukur/norma penalaran tt kebenaran pengetahuan

3.   Secara evaluatif: menilai apakah suatu keyakinan,pendapat suatu teori pength dapat dipertanggungjawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat.


-Teori kebenaran dlm ilmu pengetahuan

1. Teori kebenaran korespondesi: Kebenaran akan terjadi apabila subjek  yakin bahwa objek sesuai dengan kenyataannya.

2. Teori kebenaran koherensi: Kebenaran akan terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari beberapa subjek terhadap objek.

3. Teori kebenaran pragmatik: Kebenaran akan terjadi apabila sesuatu memiliki kegunaannya.

4. Teori kebenaran konsensus: Kebenaran konsensus akan terjadi apabila ada kesepakatan yang disertai  alasan tertentu.

5. Teori kebenaran semantik: Kebenaran semantik akan terjadi apabila orang mengetahui dengan tepat tentang arti suatu kata.


KEBENARAN


Apakah kebenaran itu?

1.   Untuk menilai sifat atau kualitas dari suatu proposisi (pernyataan) atau makna/isi pernyataan digunakan istilah benar – salah.

2.   Pengetahuan bisa dinilai benar atau salah, karena pengetahuan pada dasarnya merupakan gabungan dan perpaduan dari sistim pernyataan.

3.   Konsep tidak dapat dinilai benar atau salah, betul atau keliru. Konsep hanya bisa  dinilai jelas dan terpilah atau kabur, memadai atau tidak memadai.

4.   Persepsi tidak dapat disebut benar atau salah. Yang bisa disebut benar atau salah adalah isi pernyataan tentang apa yang dipersepsikannya. Yang bisa benar atau salah adalah orang yang mepersepsikannya.


Pengertian Kebenaran: Kebenaran sebagai sifat pengetahuan disebut kebenaran epistemologis. Secara umum kebenaran biasanya dimengerti sebagai kesesuaian antara apa yang dipirkan dan atau dinyatakan dengan kenyataan yang sesungguhnya.


Menurut kaum Positivisme Logis bahwa kebenaran dibedakan menjadi dua, yaitu kebenaran faktual dan kebenaran nalar.


Kebenaran faktual adalah kebenaran tentang ada tidaknya secara faktual di dunia nyata sebagaimana dialami manusia (yang biasanya diukur dengan dapat atau tidaknya secara inderawi). Misalnya, bumi bulat sebagai pernyataan yang memiliki kebenaran faktual atau tidak, pada prinsipnya harus bisa diuji kebenarannya berdasarkan pengamatan inderawi.


Kebenaran nalar adalah kebenaran yang bersifat tautologis (pengulangan gagasan) dan tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia, tetapi dapat menjadi sarana yang berdaya guna untuk memperoleh pengatahuan yang benar tentang dunia ini. Kebenaran nalar dapat membantu untuk memperoleh kebenaran faktual. Kebenaran nalar sebagai kebenaran yang terdapat dalam logika dan matematika. Kebenarannya di dasarkan pada penyimpulan deduktif. Kebenaran nalar berbeda dengan kebenaran faktual yang bersifat nisbi (hanya terlihat ketika dibandingkan dengan yang lain, tidak mutlak dan relatif) dan mentak (mungkin, belum pasti), sedangkan kebenaran nalar bersifat mutlak dan tidak niscaya (tentu, pasti).


Selain kedua jenis kebenaran yang diungkapkan oleh kaum Positivis Logis, mengikuti Thomas Aquinas, maka kebenaran dibedakan menjadi dua, yaitu kebenaran Ontologis (Veritas Ontologica) dan kebenaran Logis (Veritas Logica).


Kebenaran ontologis merupakan kebenaran yang terdapat dalam kenyataan, entah spritual atau material, yang meskipun ada kemungkinan untuk diketahui.


Kebenaran logis sebagai kebenaran yang terdapat dalam akal budi manusia si penahu, dalam bentuk adanya kesesuaian antara akal budi dengan kenyataan.


Kesahihan dan Kekeliruan

Kekeliruan perlu dibedakan dengan kesahihan. Pada umunya kekeliruan berati menerima sebagai benar apa yang dinyatakan salah atau menyangkal apa yang senyatanya benar. Kekeliruan adalah segala sesuatu yang menyangkut tindakan kognitif subyek penahu, sedangkan kesalahan adalah hasil dari tindakan tersebut.


Yaaa, akhirnya selesai materi untuk hari ini. Semoga bermanfaat.


Sumber blog diambil dari: power point materi epistimologi dan kebenaran kelas filsafat, Psikologi Universitas Tarumanagara angkatan 2014.

4 comments:

  1. Wah materi baru nih, berisi bgt materinya. Keep going. 90

    ReplyDelete
  2. Wah gua juga bljr ttg ini nih, tapi gak dipost. Bagus-bagus, lanjutkan berbagi ilmunya. Berhubung gua syg bgt sm lo, 100 boleh?

    ReplyDelete
  3. Wah sis keren nih lengkap juga 90 yah

    ReplyDelete
  4. Terimakasih telah berbagi ilmu. Blognya SEPEDA bgt. SiEngkat PadaEt DjelAs.

    ReplyDelete